Pages

Sabtu, 02 November 2013

Jadi, Kapan?

Bagaimana kabar tingkat akhir? Sudah ada progress buat penelitian? Mulai mendidihkah?, ato masih stay cool?. Sebenarnya merasa tertohok saat ditanya tentang itu. Entah kenapa seakan-akan menutup mata untuk sebuah nama yang sering sering dipanggil “skripsi”. Aaaaaghh, tiba-tiba mood berubah kalau inget tentang penelitian. Sebenarnya judul sudah ada, sudah di ACC pula. Trus masalahnya dimana??. Dan aku jawab dengan tegas, ini masalah MENTAL.
            Tak tau kenapa, tiba-tiba aku ciut, selalu merasa tidak siap untuk mengerjakan semuanya. Proposal sudah dibuat, lalu apalagi??. Apa karena harus banting tulang mencari dana hanya untuk sebuah gelar S.Gz?. Dana yang rupanya cukup membuatku menelan ludah ketika membuat proposal. Siapa suruh jadi orang idealis? Siapah suruh jadi orang yang selalu pengen perfect disetiap melakukan suatu hal (apalagi kalau masalah riset). Tiap mau cerita sama orang tua masalah dana, selalu gak tega, kalo bapak si bilangnya “yaudah gak papa, asal kamu seneng ngejalaninya”. Tapi ya gak gitu juga, aku hanya tidak ingin memakai “penghasilan” orang tua untuk penelitianku. Yaah.. semoga saja dana yang aku ajukan saat ini diterima (amiiiin). Seandainya didanai, emang udah siap penelitian?. Jujur aku bingung mencari referensi tentang tata cara fortifikasi vitamin D. Setelah nanya2 ke kakak kelas dan mengubek2 skripsi anak gizi, belum ada penelitian tentang itu. Usut punya usut ternyata penelitian tentang fortifikasi vitamin D emang lagi booming sekarang ini. Nanya dosen pembimbing, eh malah disuruh cari referensi di jurnal2 terbaru saat ini. Yaa ampuun, jujur ya, ngerjain proposalnya aja sampe mumet banget cari referensinya. Untungnya selesai juga :D

            Lalu kenapa harus vitamin D? Bukankah vitamin D itu bisa didapat dari sinar matahari. Berjemur aja dipagi hari, simple bukan?udah dapet deh vitamin D. Ternyata, tidak se simple itu. Menurut penelitian, prevalensi defisiensi vitamin D pada wanita berusia 18-40 tahun di Jakarta sebesar 63% . Temuan ini menunjukkan bahwa letak lintang suatu negara yang terkena paparan sinar matahari tidak menjamin di negara tersebut tidak terjadi defisiensi vitamin D. Dan topik inilah yang membuatku interest banget. Tapi entah kenapa, sekarang malah jadi slow motion gitu. Bingung mau trial error kapan buat produknya. Bukankah tinggal dikerjain aja?apa susahnya?. Ah, ternyata tidak se simple itu, jujur tidak se simple itu. Aku seakan-akan menjadi seorang pengecut pada penelitianku sendiri, menjadi sok hectic dan seakan-akan mencari-cari alasan buat gak ngerjain. Ayoolah ulfi, sejak kapan jadi cupu gini?sejak kapan menjadi pengecut?bahkan kamu sudah cukup tangguh selama 3 tahun terakhir ini. Bukankah peneliti itu boleh salah?bukankah salah itu bisa diperbaiki? Dan gagal itu bisa dicoba lagi?. Kalau kamu berhasi dengan penelitian ini, maka kamu akan menjadi orang pertama (untuk tingkat mahasiswa) di departemen tercintamu yang meneliti tentang ini. Jadi? bisa dimulai Desember kan? Siap yaa!!!Bismillah, setidaknya trial and error produk dulu. 

Jumat, 01 November 2013

Tentang K-I-T-A

Sudah lama rasanya tak bercuap-cuap di tempat kesayangan ini. Bukan karena tidak punya topik, tapi karena tak sempat. Katakanlah seperti itu (excuse banget yeee). Baiklah, kali aku akan bercuap-cuap tentang “TEAM”. Yaaa... team yang solid dan team yang super kece. Kalau kata salah satu temen “ bukan kita yang memilih, tapi Allah yang memilih”. Aku tak pernah menyangka akan dipersatukan dengan mereka, merasakan suka duka bersama mereka. Oh iya lupa, sebelumnya aku ingin memperkenalkan tentang mereka, tentang rasa “apresiasi” yang tidak pernah sempat aku ungkapkan pada mereka. Bukan karena apa, hanya saja takut dibilang menye-menye. Dan taraaaa, kenalin ni personil Geng kero-kero (si ucrut faisal, pikolo arik, dan sikembar lailu dan taitu).

Sebenarnya, kali ini aku ingin bercerita tentang pahit getirnya berjuang selama PKM (Pekan Kreativitas mahasiswa). Mungkin cerita ini sudah agak “basi”. Tapi apalah daya, baru bisa bercuap-cuap sekarang. Waktu itu, tepat tanggal 28 Agustus 2013, pengumuman yang ditunggu-tunggu datang juga. Pengumuman yang mengantarkan kami ke Lombok, pengumuman yang mengantarkan kami merasakan makna perjuangan. Pengumuman yang membuat semangat kami sampai saat ini tak pernah pudar. Dan pengumuman yang memberikan kami pelajaran yang begitu berharga. Disini aku hanya ingin menggarisbawahi, bahwa PKM itu bukan tentang keberuntungan, tapi tentang kerja keras dan kerja cerdas. Dan kami sudah membuktikan itu!!.
Tepat tanggal 9-13 September 2013, kami (berlima) mengenakan almamater tercinta. Institut Pertanian Bogor di Pekan Ilmiah Mahasiswa Indonesia ke 26. Seseorang pernah berkata, “kamu akan merasakan betapa cintanya pada almamatermu, saat kau mengenakannya di luar sana”. Dan itu benar adanya, aku sudah beberapa kali berkompetesi dengan universitas2 ternama Indonesia, tapi tidak pernah merasakan feel yang seperti kemarin. Baru kali ini ikutan kompetesi yang cuma bawa fisik, mental, dan pasti bawa koper. Hahahahaha. Dan karena itulah, pundak ini rasanya begitu berat, membawa nama IPB. Sebuah institusi yang dikenal sebagai “kampus riset”. Perang jargon dengan universitas2 seluruh Indonesia, bawa bendera universitas kebanggaan masing-masing. Mengumandangkan hymne IPB (baru kerasa banget jadi anak IPB). Yaah seperti itulah. PIMNAS, the real competition (subjektivitas aku)

            Saat presentasi pun tiba, kami presentasi di hari pertama. Taukah apa yang terjadi saat aku selesai presentasi? Semua orang tepuk tangan, jurinyapun terlihat begitu interest dengan penampilan kami. Bahkan saat sudah kembali ketempat duduk, kami mendapatkan ucapan selamat dari teman2 ITS dan UDAYANA. Entah itu apa maksudnya, yang pasti saat itu kami sudah merasa lega. 1 tugas terselesaikan. Dan jujur kami berlima sangat amat PD bakal menyumbangkan emas untuk IPB (ini dari melihat seluruh finalis yang presentasi di ruangan kami, hampir dari mereka tidak ada yang menarik) kecuali ITS dan UGM. Dan disinilah Allah menunjjukkan kuasanya, saat malam pengumuman kami berlima ternyata gagal. Bukal gagal, lebih tepatnya tertunda. Dan yang lebih menyakitkan lagi, yang mendapatkan emas, perak, dan perunggu itu bukan anak ITS atau UGM yang menurut kami sudah kece badai. Tapi dari universitas lain, yang menurut kami biasa aja (kali ini aku tidak mau menyebutkan universitasnya). Kami, lebih tepatnya aku, akan sangat rela seandainya yang mendapatkan medali itu adalah yang berbobot cara presentasinya. Tapi apalah daya, ternyata penilaian itu 60% presentasi, dan 40% dari proposal. Sebenarnya bukan bermaksud sombong, tapi mungkin ini pembelajaran dari Allah untuk tidak “takabbur” dahulu sebelum pengumuman. Dari sini, Allah mengajarkan tentang bagaimana bersikap rendah hati, bagaimana rasanya berjuang sampe bolos2 kuliah dan praktikum, bagaimana rasanya nangis gara2 bertengkar antar anggota kelompok, dan bagaimana rasanya hujan-hujanan malam hari (taulah ya, bogor terkenal dengan kota hujan & petir). Trus hubungannya apa?. Hahahaha, pokoknya intinya itulah, nikmatnya sebuah perjuangan bersama kalian, bersama orang-orang tangguh. Dan bersama orang-orang yang punya mimpi besar. Semaleman tuh nangis, sumpah gak pernah merasa se ngedown itu. Tapi tak apa, ini pembelajaran buat kita. Jika salah perbaiki, jika gagal coba lagi, tapi jika kamu menyerah, maka semuanya selesai (someone said)”. Masih ada kesempatan 1x lagi (buat yang angkatan 2010). SEMANGAT!!!, well come back the real competetion, PIMNAS 27 and get gold. Kali ini tidak akan aku sia-siakan lagi Jayalah IPB kita!!!

Senin, 26 Agustus 2013

KKP punya cerita

3 hari lagi KKP (kuliah kerja profesi) akan berakhir. Kalo ditanya rasanya gimana?, Aku bingung. Rasanya nano-nano. Berawal dari rumah di karangdawa, desa Cikedung, Indramayu, 6 mahasiswa-mahasiswi yang berasal dari jurusan berbeda-beda ini belajar untuk mengabdi (cieeee). Gak mengabdi juga si, kebanyakan goler-golernya :D. Tapi kalo ditanya kerjaan gimana, oww jelas semuanya beres dong. Oya kenalan dulu yuk sama personil2nya. Dimulai dari yang paling tua, hahahaha
            Reza Ali Akbar, asli wong tuban. Kita-kita biasa memanggilnya dengan sebutan “om reza”. Anaknya “sok garang” tapi hatinya menye2 banget, apalagi kalo lagi curhat. Beeh.... hello kitty banget dah :D. Anaknya kritis, kalo di kampus katanya suka berdebat sama dosen. Kalo kata dia, kerja itu harus totalitas. Suka banget sama kalimatnya yang itu. Pernah ni curhat sama dia sambil nangis, trus dia bingung harus apa. Kenapa si cowok itu pasti bingung kalo liat orang nangis? :D. Anak ini pejuang pertanian banget dah. Om reza ini punya edisi lho. Reza edisi ramadhan, reza edisi hari biasa, dan reza edisi bulan syawal. Dia juga udah kayak kurva lonceng. Sometimes jahat banget, kadang perhatian banget.
            Sakinah Ulfiyanti, ini namaku. Hehehe, no comment deh sama diri sendiri. :3
            Lupitha Angelie, gadis ini berperawakan oriental. Suka bawa goodybag kemana-mana. Itu khas lupi banget. Hobinya cuci piring, aneh kan. Hahahahha, gadis penyuka kopi ini kalo sama kita-kita dipanggil “pawangnya si om reza”. Reza pasti nurutnya sama lupi :3. Dia juga penyuka panda banget, semua barang2 kalo ada pandanya pasti dibeli, apanya yang lucu coba -___-. Kalo udah bingung, pasti diem dan gak ngapa2in :D.

            Dessy Sihombing, gadis ini asli batak. Penyuka anak-anak dan penyuka cowok cakep. Hahahaha. Dia ini tukang pijit pribadinya “penski”., tukang angkat galon. Pokoknya kalo ada kerjaan yang berat-berat kasih dia aja :D

            Rian Adetya Pratiwi, ngomongnya pedes kayak sambel. Pinter masak banget dan cengeng banget :D. Aku punya panggilan sayang buat dia, “labu”. Abis mukanya mirip labu si, hehehe. Dia juga penyuka hewan, terutama kucing dan monyet. Tiap malem pasti “bengek” alias astma nya kambuh. Khas rian banget tu kalo udah mau tidur. Oy di desa cikedung ini dia punya kucing peliharaan, namanya “roberto”. Cita-citanya mulia banget, pengen jadi “wonder pets”
            M. Rizki Fauzi. Nah anak ini kordes kita, tapi manjanya minta ampun kalo lagi sakit. Kalo kata anak-anak, si penski ini gak mau makan kalo gak disuapin sama sakinah (ini anak-anak lho yang ngomong bukan aku). Makanya bukan hanya balita yang butuh pendampingan gizi, tapi dia juga :D. Menye2 bangeeetz. Hebat lho dia, dalam 2 bulan bisa kena typoid 2x, ckckckck. Anaknya kurus kering. Dia gitaris tapi potongannya gak kayak gitaris ya? Emang dia sanggup gotong-gotong gitar, hehehehe. Maap ya penski (penyok riski) :D


             Nah itulah sekilas tentang KKP. Intinya aku seneng banget bisa kenal mereka, keluarga kecilku dalam 2 bulan ini yang banyak memberikan pelajaran-pelajaran berharga buatku. Suka-duka bareng mereka, apalagi pas penski sakit noh. Sumpah rempong banget, mana program belum selesai dan dia harus di rawat di RS -___-.  Tapi senang bisa dipertemukan dengan orang-orang hebat seperti kalian. Pasti ntr bakalan kangen makan bareng lagi, kerjain program sampe malem lagi, bonceng 3 kalo naik motor. Sayang kalian semua :)